Selasa, 23 Mei 2017

100 hari kepergian ibu

"Wahai jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridaiNya.Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu,dan masuklah ke dalam surgaKu".
(QS.Al-Fajr:27-30)

100 hari telah beralu ketika kami untuk terakhir kalinya dapat memandangmu dengan haru, wajahnya yang tenang dan damai untuk melepas kepergiannya selamanya menghadap kembali KeSang Pencipta.

Aku tahu kau pasti telah tenang disisiNya, tapi kenangan tentangmu dihati kami tidak akan pernah hilang meski tahun telah berganti karena begitu banyak kenangan indah dan suri tauladan yang kau tinggalkan.

Ibu...
Dirimu hanya satu takkan pernah kutemukan dimanapun, takkan ada yang bisa menggantikanmu.
Dirimu dihidupkan sangat berarti,
Aku yang kini menjadi gadis dewasa takkan begini tanpamu,Kau didik aku,kau asuh aku,kau sayangi aku.
Kini kau telah kembali kepadaNya
Aku harus belajar hidup tanpamu
Takkan ada lagi belaian kasih sayangmu, Takkan lagi kudengar suaramu.

Ibu...
aku tahu kau masih ingin bersama kami, mendampingi anakmu hingga berhasil, tapi betapapun kita saling mengasihi dan menyayangi.
Namun Allah Sang Pemilik lebih menyayangimu dan mengasihimu.

Ibu....
Tiada kata yang dapat kami sampaikan kepadamu sebagai balasan atas semua yang kau tinggalkan kepada kami kecuali Doa.
Meskipun aku tidak berada dirumah bersama keluarga untuk mendoakanmu
Doaku selalu untukmu ibu dengan memohon kepadaNya
"Ya Allah,ampunilah dosanya,kasihani dan sejahterakan dia,maafkanlah kesalahannya,lapangkanlah kuburnya dengan RahmatMu,Wahai Tuhan yang Maha Pengasih"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar